Keluarga Arumi & Aurellie Moeremans Bersatu Laporkan Kak Seto Ke Polisi

Keluarga Arumi sempat menunda melaporkan Seto Mulyadi ke polisi. Ternyata langkah penundaan itu digunakan keluarga Arumi untuk mencari sekutu baru yaitu, keluarga Aurelie Moremans.

Keluarga Arumi berniat melaporkan lelaki yang akrab disapa Kak Seto itu dengan tuduhan terlibat sindikat anak dan diduga melakukan pemerasan. Setelah mengumpulkan korban yang merasa senasib, barulah keluarga Arumi berencana melapor ke polisi minggu depan.

“Kita belum laporkan, tapi masih direncanakan. Mungkin nanti bukan hanya atas nama Arumi saja yang akan melaporkan kak Seto. Tapi juga korban-korbannya Seto yang lain seperti Jason, Ibu Martina dan artis Aurelle Moremans. Mungkin minggu depan lah,”

Menurut Yahya, ibunda Arumi sempat berkomunikasi dengan ibunda Aurelie Moremans. Setelah diselidiki, mereka ternyata memiliki masalah yang sama dan pernah berurusan dengan pemerhati masalah anak itu.

“Jadi, kemarin ibunya Arumi mencoba menghubungi ibunya Aurelle. Mereka sepakat kalau keluarga Arumi melaporkan, keluarga Aurelle juga ikut. Ada keterlibatan Kak Seto waktu masalah Aurelle sama ibunya dulu. Dia juga sama kayak Arumi, dicuci otaknya dan dihipnoterapi sama timnya Kak Seto,”

Seperti diketahui, Aurelie pernah berseteru dengan ibunya karena dilarang pacaran dengan Robby Tremonti. Orangtua Aurelie keberatan pemain film Sweetheart itu pacaran dengan lelaki yang usianya terpaut jauh. Ayah Aurelie, Jean Marc pernah coba mengadu pada Kak Seto, namun tak mendapat respon serius.

Sedangkan, Arumi pernah kabur dua kali dari rumah. Sama dengan Aurelie, Arumi juga dilarang orangtua pacaran dengan Miller, pesinetron asal Malaysia. Saat pelarian pertamanya, bintang film Not For Sale itu berhasil dibujuk Kak Seto untuk kembali ke rumah.

Namun, Arumi kembali pergi dari rumah orangtua sejak November 2010. Arumi sempat dilindungi KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) karena mengaku dijodohkan paksa dengan pengusaha asal Kudus. Kini, Arumi berada di bawah pengawasan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) dan belum dipulangkan kepada orangtua.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: