Keindahan Pantai Tanjung Tinggi yang Tak Terungkap dengan kata-kata

Berkilo-kilo meter perjalanan yang harus dilalui dari Tanjung Klayang menuju pantai Tanjung Tinggi, Belitung. Sepanjang perjalanan, hanya ditemani pohon khas pesisir pantai. πŸ˜›

Rumah warga di sekitar pesisir itu juga hampir serupa. Berdinding kayu, beratapkan seng. Bahkan, warung-warung yang menjajakan dagangannya pun sangat jarang terlihat.

Selama 1 jam perjalanan, debu tak pernah hilang dari pandangan di pesisir pantai yang terkenal dengan pasir putihnya tersebut. Monoton, begitu kata seorang teman menilai perjalanan menuju tempat syuting Laskar Pelangi itu.

Sejak Laskar Pelangi heboh, Belitung memang mulai menata diri untuk menyambut para wisatawan. Bagaimana tidak, gara-gara film garapan Riri Riza dan Mira Lesmana itu, hampir 800 persen peningkatan wisatawan ke Belitung. πŸ˜‰

Belitung tampaknya mulai membangun. Kendaraan berat dan pegawai-pegawai tampak semangat bekerja diterik matahari. Cucuran keringat mereka membasahi jalan sepanjang 33 KM itu. πŸ˜›

Tapi, setelah sampai di Pantai Tanjung Tinggi, rasa bosan itu hilang dalam sekejap. Pantai dengan air jernih dengan kedalaman yang rendah membuatnya terlihat bak kolam renang yang sering kita jumpai. Batu-batu tinggi menggunung disepanjang pantai. Tak hanya itu, pasir putih juga jelas terlihat di dasar lautan.

Sang tuan rumah, yang juga penulis novel ‘Laskar Pelangi’ Andrea Hirata tampak bangga. Sesekali ia pun mengejek salah seorang rekan yang sebelumnya sering menyebutnya terlalu berlebihan menilai pantai itu.

“Lihat, alam ini. Gue nggak berlebihan menulis keindahan alam ini, bahkan tak ada kata yang pantas untuk menilainya,”

Laskar Pelangi memang membuat Andrea Hirata kini sangat terkenal, dan tentunya kelimpahan materi. Tapi, untuk novel terbarunya yang berjudul ’11 Patriot’, Andre mengaku tak terlalu mengejar royalti. Menurutnya, novelnya kali ini khusus untuk mengekspresikan kebimbangannya soal persepakbolaan Tanah Air. πŸ˜‰

“Novel ini nggak mengejar pragmatis dan royalti,”

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: